Author: idean

  • Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran Lima Hektare Lahan Perhutani di Pucungkidul

    Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran Lima Hektare Lahan Perhutani di Pucungkidul

    doc.pendim0807

    TULUNGAGUNG – Kebakaran melanda sekitar lima hektare lahan Perhutani di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sanggrahan, Desa Pucungkidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Selasa (15/9/2026). Petugas gabungan dari Koramil 0807/02 Boyolangu, Polsek Boyolangu, dan PMK Tulungagung dikerahkan untuk memadamkan api yang muncul di kawasan tersebut.

    Peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 11.30 WIB. Warga melihat kepulan asap berasal dari lahan Perhutani di wilayah RPH Sanggrahan, kemudian melaporkannya kepada Babinsa Koramil 0807/02 Boyolangu.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 11.40 WIB, empat anggota Koramil 0807/02 Boyolangu yang dipimpin Kapten Inf Sugeng Supriyanto selaku Pgs. Danramil 0807/02 Boyolangu bergerak menuju lokasi. Dalam waktu bersamaan, tujuh anggota Polsek Boyolangu di bawah pimpinan AKP Retno Pujiarsih turut mendatangi lokasi untuk membantu penanganan kebakaran.

    Setibanya di lokasi, personel Koramil dan Polsek Boyolangu melakukan upaya pemadaman awal menggunakan peralatan sederhana. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pengecekan terhadap arah rambatan api agar kebakaran tidak meluas ke area Perhutani lainnya maupun mendekati permukiman warga.

    Penanganan kemudian diperkuat oleh PMK Tulungagung. Sekitar pukul 11.45 WIB, empat unit kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi bersama tim yang dipimpin Iwan selaku Kasi Penyelamatan PMK Tulungagung. Tim PMK membantu proses pemadaman dengan dukungan armada dan peralatan pemadam kebakaran.

    Seluruh unsur yang terlibat bekerja secara bersama-sama untuk mengendalikan kobaran api. Personel Koramil dan Polsek membantu penanganan di lapangan, sementara tim PMK melakukan pemadaman dengan armada pemadam kebakaran. Setelah api mulai terkendali, petugas melanjutkan proses pembasahan pada area yang terbakar.

    Sekitar pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Pembasahan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

    Akibat kejadian tersebut, sebagian lahan Perhutani di Desa Pucungkidul diperkirakan terbakar seluas sekitar lima hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Selain lahan yang terbakar, tidak ada kerugian materiil lainnya yang dilaporkan.

    Penyebab kebakaran masih berdasarkan dugaan awal, yakni kondisi cuaca yang panas dan kering sehingga membuat lahan mudah terbakar. Dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran.

    Setelah pemadaman selesai, petugas melakukan pengecekan dan pemantauan langsung di lokasi. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan warga sekitar untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman serta mencegah api kembali muncul atau meluas ke lingkungan sekitar.

  • Apel Hari Pramuka ke-65, Dandim Tulungagung: Pramuka Miliki Peran Strategis Bentuk Generasi Muda Tangguh

    Apel Hari Pramuka ke-65, Dandim Tulungagung: Pramuka Miliki Peran Strategis Bentuk Generasi Muda Tangguh

    doc.pendim0807

    Tulungagung – Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh. Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tulungagung menghadiri Apel Besar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tulungagung, di Sanggar Bhakti Pramuka Kwartir Cabang Tulungagung, Senin (14/9/2026).

    Apel tersebut dipimpin oleh Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., selaku pembina apel dan diikuti jajaran Kwartir Cabang serta Kwartir Ranting Gerakan Pramuka se-Kabupaten Tulungagung, pembina dan pelatih Pramuka, Pramuka Garuda, Purna Jambore Nasional, Brigade Penolong, serta perwakilan Pramuka Penegak.

    Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi momentum untuk mendorong Gerakan Pramuka agar semakin berperan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter sekaligus memiliki keterampilan, kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan bangsa.

    Dalam amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang dibacakan pada kegiatan tersebut, ditegaskan bahwa pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air.

    Gerakan Pramuka juga didorong untuk terus berkembang dari konsep learning by doing menuju learning, creating, and solving, sehingga anggota Pramuka tidak hanya belajar, tetapi mampu menciptakan inovasi dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan nyata di lingkungan masyarakat.

    Dari sisi TNI, keberadaan Pramuka memiliki nilai strategis dalam mendukung pembinaan generasi muda. Nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, seperti disiplin, gotong royong, kemandirian, tanggung jawab, rela menolong dan cinta tanah air, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh dan memiliki semangat pengabdian.

    Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh. Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han. menyampaikan bahwa TNI akan terus mendukung kegiatan positif yang berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda dan penguatan semangat kebangsaan.

    “Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, tangguh, memiliki jiwa gotong royong dan cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

    Menurutnya, tema swasembada pangan juga menjadi momentum untuk mendorong generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan serta mampu berkontribusi melalui kreativitas, inovasi, keterampilan dan kegiatan produktif.

    “Generasi muda perlu dipersiapkan tidak hanya memiliki karakter yang kuat, tetapi juga keterampilan dan kemandirian. Melalui semangat Pramuka, kita berharap lahir generasi yang kreatif, inovatif, produktif dan memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

    Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyematan tanda penghargaan, pemberian TISKA Jambore Nasional serta penghargaan kepada Kwartir Ranting tergiat. Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan penampilan drama kolosal spesial Hari Pramuka ke-65, atraksi kolone tongkat, pionering dan dance semaphore.

    Penampilan tersebut diperagakan oleh Purna Jambore Nasional, Pramuka Garuda Tulungagung, Brigade Penolong dan perwakilan Pramuka Penegak dari Kwartir Ranting se-Kabupaten Tulungagung.

    Kehadiran unsur TNI dalam peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut menjadi wujud sinergi dan dukungan terhadap Gerakan Pramuka dalam membangun karakter generasi muda. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka diharapkan semakin memperkuat semangat kebangsaan, gotong royong serta kesiapan generasi muda untuk berkontribusi bagi pembangunan dan ketahanan nasional.

    Dengan semangat “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang berkarakter, terampil, mandiri dan siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

    Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia.

  • Sigap Terima Laporan, Koramil Kedungwaru Koordinasikan Penanganan Kebakaran

    Sigap Terima Laporan, Koramil Kedungwaru Koordinasikan Penanganan Kebakaran

    doc.pendim0807

    Tulungagung – Koramil 0807/03 Kedungwaru merespons laporan kebakaran rumah milik Nursiah (71), warga Dusun Kebonagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (12/9/2026) pagi.

    Kebakaran diketahui sekitar pukul 07.30 WIB setelah pemilik rumah melihat kepulan asap dari bagian kamar. Informasi kejadian kemudian diteruskan oleh Kepala Dusun Kebonagung kepada piket Koramil 0807/03 Kedungwaru dan Polsek Kedungwaru untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung.

    Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 07.50 WIB dengan satu unit mobil pemadam dan dua unit tangki cadangan. Upaya pemadaman dilakukan hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.55 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pembasahan dan pendinginan yang selesai sekitar pukul 09.15 WIB.

    Kebakaran diduga berasal dari korsleting pada colokan listrik di bagian kamar tidur yang kemudian merambat ke bagian atap rumah.

    Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang berupa almari, kasur, televisi, jog sepeda motor serta bagian atap rumah mengalami kerusakan akibat terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp200 juta. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

    Babinsa Desa Rejoagung Pelda Yudi Sugus menyampaikan bahwa setelah kejadian, pihaknya melakukan pengecekan kondisi di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak menimbulkan dampak lanjutan.

    “Dari hasil pengecekan, kebakaran sudah berhasil ditangani dan kondisi di lokasi dalam keadaan aman. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penggunaan instalasi listrik di rumah, termasuk memastikan kondisi kabel, colokan dan sambungan listrik tetap aman untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

    Pelda Yudi Sugus juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda gangguan listrik maupun potensi kebakaran sehingga dapat segera dilakukan penanganan oleh pihak terkait.

    Respons dan koordinasi antarinstansi dalam kejadian tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan cepat sekaligus memastikan kondisi lingkungan tetap aman setelah kebakaran.

  • Kebakaran Lahan Perhutani di Pakisrejo, Babinsa dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Api

    Kebakaran Lahan Perhutani di Pakisrejo, Babinsa dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Api

    doc.pendim0807

    TULUNGAGUNG – Kebakaran melanda sekitar satu hektare lahan Perhutani di Desa Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Kamis (10/9/2026). Babinsa bersama warga bergerak cepat melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke area sekitar.

    Kebakaran diketahui setelah Babinsa Desa Pakisrejo, Koptu Slamet Hariyanto, menerima laporan dari warga Dusun Jatiroto sekitar pukul 10.30 WIB mengenai adanya kebakaran di kawasan lahan Perhutani.

    Mendapat laporan tersebut, Koptu Slamet Hariyanto bersama warga segera melakukan koordinasi dan menuju lokasi. Personel Koramil kemudian bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman secara manual di area yang terdampak.

    Sebanyak empat personel TNI dan tiga warga terlibat dalam proses penanganan. Pemadaman dilakukan dengan memperhatikan kondisi medan serta memastikan api tidak menjalar ke kawasan lain.

    Sekitar pukul 13.30 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan karena masih terdapat bagian api yang mengecil dan berpotensi kembali menyala.

    Lokasi kebakaran diketahui berjarak sekitar 450 meter dari permukiman warga. Karena itu, pemadaman dan pengawasan dilakukan untuk memastikan api tidak berkembang dan mendekati kawasan tempat tinggal masyarakat.

    Akibat kejadian tersebut, diperkirakan sekitar satu hektare lahan Perhutani terdampak kebakaran. Tanaman jati di kawasan tersebut dilaporkan dalam kondisi aman. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

    Hingga proses pemadaman selesai, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti berdasarkan informasi awal yang diterima di lapangan. Petugas terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

    Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Peran masyarakat dalam segera melaporkan keberadaan api juga menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.

    Sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam merespons kejadian tersebut menunjukkan pentingnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan serta mencegah dampak kebakaran lahan semakin besar.

  • Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Tulungagung Tanam Mangrove dan Pohon Produktif

    Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Tulungagung Tanam Mangrove dan Pohon Produktif

    doc.pendim0807

    Tulungagung – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Kodim 0807/Tulungagung menggelar aksi peduli lingkungan melalui penanaman bibit mangrove di Pantai Bayem, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, serta penanaman bibit pohon durian dan alpukat di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Rabu (09/09/2026).

    Di Pantai Bayem, kegiatan dipimpin Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letnan Kolonel Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., bersama Komandan Koramil 0807/12 Besuki Kapten Arh Handy Kurniawan, jajaran Koramil Kawedanan Campur dan Forkopimcam Kecamatan Besuki.

    Sementara di Desa Nglurup, kegiatan penanaman durian dan alpukat dilaksanakan Pgs. Danramil 0807/17 Sendang Lettu Cpl Subandri bersama jajaran Koramil Kawedanan Kauman dan Forkopimcam Kecamatan Sendang.

    Kegiatan yang mengusung moto “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat dan Makmur” tersebut turut melibatkan TNI-Polri, pemerintah wilayah, pelajar, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga setempat.

    Dandim 0807/Tulungagung Letnan Kolonel Arh Hanny Galih Satrio mengatakan, kegiatan penghijauan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

    “Penanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Kami berharap tanaman yang ditanam dapat dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi mendatang,” ujarnya.

    Penanaman mangrove di kawasan pesisir diharapkan membantu menjaga ekosistem pantai, sementara pohon durian dan alpukat di Nglurup diharapkan memberikan manfaat ekologis sekaligus potensi produktif bagi masyarakat.

    Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0807/Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

  • Jelang HUT ke-81 TNI, Koramil Kalidawir Bersama Forkopimcam dan Warga Bersihkan Pantai Dlodo

    Jelang HUT ke-81 TNI, Koramil Kalidawir Bersama Forkopimcam dan Warga Bersihkan Pantai Dlodo

    doc.pendim0807

    TULUNGAGUNG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia Tahun 2026, jajaran Koramil 0807/08 Kalidawir bersama Forkopimcam Kalidawir, serta masyarakat melaksanakan karya bakti pembersihan kawasan Pantai Dlodo, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Senin (7/9/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 0807/08 Kalidawir Kapten Inf Riko Wisoyo. Karya bakti dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 TNI dengan mengusung moto“TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat dan Makmur.”

    Dalam kegiatan tersebut, personel TNI bersama unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, Polairud, Posmar, pemerintah desa, serta masyarakat bergotong royong membersihkan sampah dan berbagai material yang berada di kawasan pantai. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.

    Danramil 0807/08 Kalidawir Kapten Inf Riko Wisoyo mengatakan, karya bakti tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI, tetapi juga merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

    “Melalui kegiatan karya bakti ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI selalu hadir dan bekerja bersama masyarakat. Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga diperlukan kepedulian dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat, ujar Kapten Inf Riko Wisoyo.

    Menurutnya, kawasan Pantai Dlodo merupakan salah satu potensi wisata di wilayah Tulungagung bagian selatan yang perlu dijaga kebersihan dan kelestariannya. Dengan lingkungan pantai yang bersih, diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengunjung sekaligus mendukung potensi wisata daerah.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Danramil 0807/08 Kalidawir Kapten Inf Riko Wisoyo beserta anggota, Danramil 0807/07 Sumbergempol Kapten Inf Sugeng Supriyadi beserta anggota, Danramil 0807/19 Pucanglaban Kapten Cke Permadi beserta anggota, Camat Kalidawir Rusdiyanto, S.STP., M.M., perwakilan Polsek Kalidawir Aipda Yasin Biru, perwakilan anggota Polairud wilayah Pantai Selatan, perwakilan anggota Posmar wilayah Pantai Selatan, serta Kepala Desa Rejosari Sudikan bersama masyarakat dan anggota Satgas Pantai Dlodo.

    Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi cerminan semangat gotong royong sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

    Melalui karya bakti ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat sehingga kawasan Pantai Dlodo tetap bersih, nyaman, dan terjaga kelestariannya.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan gotong royong hingga selesai.

  • Kebakaran Lahan Perhutani di Tiudan Meluas 2 Hektare, Tim Gabungan Bergerak Cepat

    Kebakaran Lahan Perhutani di Tiudan Meluas 2 Hektare, Tim Gabungan Bergerak Cepat

    doc.pendim0807

    TULUNGAGUNG – Kebakaran melanda lahan Perhutani dan lahan masyarakat di Dusun Kleponan dan Dusun Siwalan, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Senin (7/9/2026). Tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan sekitar, termasuk permukiman warga yang berjarak sekitar 300 meter dari titik kebakaran.

    Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.30 WIB setelah Babinsa Desa Tiudan Koramil 0807/14 Gondang, Serka Sumarji, menerima laporan dari warga Dusun Kleponan terkait adanya kebakaran lahan Perhutani.

    Mendapat laporan tersebut, Babinsa bersama Kepala Desa Tiudan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung untuk mendapatkan dukungan armada pemadam.

    Personel gabungan kemudian dikerahkan ke lokasi. Penanganan melibatkan empat unit truk pemadam kebakaran dengan 15 personel, tujuh personel TNI, lima personel Polri, lima petugas Perhutani, tiga personel dari Kecamatan Gondang serta sekitar 20 warga masyarakat.

    Babinsa bersama anggota Koramil dan warga langsung melakukan pemadaman di kawasan yang terbakar. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap di dua lokasi, yakni Dusun Kleponan dan Dusun Siwalan.

    Sekitar pukul 19.00 WIB, api di wilayah Dusun Kleponan berhasil dipadamkan. Sementara itu, penanganan di Dusun Siwalan masih dilakukan karena api belum sepenuhnya padam. Kondisi kobaran di lokasi tersebut telah mengecil dan terus dipantau oleh petugas untuk memastikan tidak kembali membesar.

    Kebakaran diperkirakan berdampak pada lahan seluas kurang lebih dua hektare. Meski demikian, tanaman jati yang berada di kawasan tersebut dilaporkan dalam kondisi aman.

    Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Penanganan juga terus dilakukan dengan pengawasan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

    Jarak kebakaran yang hanya sekitar 300 meter dari permukiman menjadi perhatian tim gabungan dalam proses penanganan. Kecepatan koordinasi dan pengerahan personel dilakukan untuk memastikan api tidak menjalar ke area yang lebih luas.

    Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Peran masyarakat dalam segera melaporkan keberadaan api menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan di lapangan.

    Sinergi antara TNI, Polri, Perhutani, pemerintah kecamatan, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat diharapkan terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini serta tidak menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan dan warga.

  • Api Membakar Lahan Perhutani di Ngepoh, Babinsa Bergerak Cepat Cegah Merembet ke Permukiman

    Api Membakar Lahan Perhutani di Ngepoh, Babinsa Bergerak Cepat Cegah Merembet ke Permukiman

    doc.pendim0807

    TULUNGAGUNG – Kebakaran melanda sekitar satu hektare lahan Perhutani di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Senin (7/9/2026). Respons cepat Babinsa bersama personel Koramil, Perhutani dan masyarakat berhasil memadamkan api sebelum merembet ke permukiman warga yang berjarak sekitar 150 meter dari titik kebakaran.

    Kebakaran diketahui sekitar pukul 09.20 WIB setelah Babinsa Desa Ngepoh Koramil 0807/18 Tanggunggunung, Serka Miswan, menerima laporan dari warga bernama Sujar mengenai adanya kebakaran di kawasan lahan Perhutani.

    Mendapat informasi tersebut, Serka Miswan bersama personel Koramil dan warga segera menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Petugas Perhutani turut terlibat dalam penanganan guna mengendalikan api agar tidak meluas ke area sekitarnya.

    Proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan mempertimbangkan kondisi medan di kawasan lahan yang terbakar. Berkat respons cepat dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.00 WIB.

    Jarak titik kebakaran yang hanya sekitar 150 meter dari permukiman membuat penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Upaya tersebut berhasil mencegah api menjalar hingga ke kawasan tempat tinggal warga.

    Dalam penanganan tersebut, sebanyak tiga personel TNI dan dua personel Perhutani terlibat bersama masyarakat. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

    Sementara itu, area lahan Perhutani yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare. Tidak dilaporkan adanya kerugian materiil lainnya.

    Diduga Ada Pembakaran untuk Membuka Lahan

    Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas oknum masyarakat yang sengaja melakukan pembakaran untuk kepentingan membuka lahan. Namun, status tersebut masih berupa dugaan berdasarkan informasi awal dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran.

    Kondisi lahan yang berpotensi kering turut meningkatkan risiko api cepat merambat. Karena itu, kewaspadaan dan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi penting, terutama untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.

    Aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan untuk membuka atau membersihkan lahan. Aktivitas pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas dan membahayakan kawasan hutan maupun permukiman di sekitarnya.

    Kejadian di Desa Ngepoh tersebut menunjukkan pentingnya kecepatan laporan masyarakat serta sinergi antara TNI, Perhutani dan warga dalam menangani kebakaran sejak dini. Respons yang cepat berhasil mencegah api meluas dan menjaga permukiman warga tetap aman.

  • Babinsa Panggunghuni Dampingi Petani Bersihkan Lahan Jagung, Dorong Produktivitas Pertanian

    Babinsa Panggunghuni Dampingi Petani Bersihkan Lahan Jagung, Dorong Produktivitas Pertanian

    doc.pendim0807

    TULUNGAGUNG – Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran TNI AD melalui pendampingan kepada petani di wilayah binaan. Babinsa Desa Panggunghuni, Koptu Wasis, anggota Koramil Tipe B 0807/19 Pucanglaban, turun langsung membantu petani membersihkan lahan tanaman jagung di Desa Panggunghuni, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (6/9/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan Hanpangan sekaligus bentuk kepedulian Babinsa terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian.

    Dalam kegiatan tersebut, Koptu Wasis bersama petani membersihkan rumput liar dan tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman jagung. Pembersihan dilakukan untuk mengurangi gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dengan mengambil unsur hara, air dan ruang tumbuh yang dibutuhkan jagung.

    Menurut Koptu Wasis, kondisi lahan yang terawat menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

    “Penyiapan lahan merupakan tahap penting sebelum maupun selama proses budidaya tanaman. Lahan yang bersih dari gulma akan mengurangi persaingan tanaman jagung dalam mendapatkan unsur hara, air dan sinar matahari, sehingga pertumbuhan tanaman dapat lebih maksimal,” ujar Koptu Wasis.

    Ia menambahkan, pendampingan Babinsa kepada petani tidak hanya diwujudkan melalui bantuan tenaga di lapangan. Interaksi secara langsung juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dan memberikan motivasi kepada masyarakat agar tetap semangat mengembangkan sektor pertanian.

    “Kami akan terus berupaya hadir dan membantu para petani di wilayah binaan. Harapannya, hasil pertanian semakin meningkat, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi, dan yang paling penting kesejahteraan para petani juga semakin baik,” tambahnya.

    Koptu Wasis berharap kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan para petani dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai penting agar berbagai kendala yang muncul dalam proses budidaya dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.

    Pendampingan pertanian yang dilakukan Babinsa menjadi salah satu bentuk dukungan TNI AD terhadap upaya penguatan ketahanan pangan di wilayah. Selain membantu petani menjaga kondisi lahan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

    Dengan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan dan sinergi berbagai pihak, sektor pertanian di Kecamatan Pucanglaban diharapkan semakin berkembang serta mampu memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

  • Hadiri Apel Besar 3 Pilar, Dandim Tulungagung Tegaskan Pentingnya Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

    Hadiri Apel Besar 3 Pilar, Dandim Tulungagung Tegaskan Pentingnya Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah

    doc.pendim0807

    TULUNGAGUNG – Menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan dan kedamaian Indonesia. Semangat tersebut mengemuka dalam Apel Besar 3 Pilar yang digelar Pemerintah Kabupaten Tulungagung di halaman Kantor Pemkab Tulungagung, Kamis (3/9/2026).

    Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., turut hadir dalam apel yang mengusung slogan “Jaga Indonesia, Jogo Tulungagung” tersebut. Kegiatan melibatkan unsur TNI, Polri, Forkopimda Kabupaten Tulungagung, organisasi perguruan pencak silat, organisasi kemasyarakatan serta elemen masyarakat dan unsur Sabuk Kamtibmas.

    Slogan “Jaga Indonesia, Jogo Tulungagung” yang sebelumnya telah dicanangkan pada Agustus 2025 kembali digaungkan sebagai pesan bersama bahwa upaya menjaga keamanan nasional dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni daerah tempat masyarakat tinggal dan beraktivitas.

    Dalam rangkaian apel, perwakilan organisasi peserta juga menandatangani deklarasi bersama Jaga Indonesia, Jogo Tulungagung. Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga persatuan, ketertiban dan kondusivitas wilayah serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

    Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan bahwa secara umum kondisi keamanan di Kabupaten Tulungagung masih berjalan aman dan kondusif. Meski demikian, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat tetap diperlukan sebagai langkah pencegahan agar situasi tersebut dapat terus dipertahankan.

    Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.

    Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam menjaga kondusivitas wilayah adalah aktivitas konvoi anggota perguruan pencak silat. Kegiatan konvoi pada prinsipnya dapat berlangsung selama dilakukan secara tertib, disampaikan kepada pihak terkait dan dapat dikoordinasikan dengan aparat keamanan.

    Namun, apabila aktivitas tersebut berkembang menjadi tindakan anarkis atau menimbulkan gangguan keamanan, penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

    Melalui Apel Besar 3 Pilar ini, seluruh elemen yang hadir diajak memperkuat komunikasi serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam menjaga keamanan wilayah. Perbedaan organisasi, kelompok maupun latar belakang diharapkan tidak menjadi penghalang dalam membangun persatuan dan kebersamaan.

    Kehadiran Dandim 0807/Tulungagung dalam apel tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah.

    Semangat “Jaga Indonesia, Jogo Tulungagung” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan apel maupun deklarasi, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap nyata seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan, menghormati perbedaan, menghindari tindakan yang dapat memicu konflik serta bersama-sama menciptakan Tulungagung yang aman, damai dan kondusif.

    Dengan terjaganya keamanan di tingkat daerah, diharapkan rasa aman masyarakat semakin kuat dan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan. Sebab, menjaga Indonesia pada dasarnya dapat dimulai dari langkah sederhana: menjaga Tulungagung bersama-sama.